Rabu, 17 Juni 2015

PUZZLE

http://vickiwhiting.com/wordpress/wp-content/uploads/puzzle.jpg

Hidup itu ibarat puzzle. Penuh teka-teki yang pada hakikat hanya memiliki satu jawaban. Layak pintu yang tidak punya kunci cadang.

Tidak akan utuh, jika itu hanya satu potongan. Dan tidak akan sesuai, jika potongan itu diletakkan di tempat yang tidak seharusnya. Segalanya telah diatur oleh Sang Pembuat puzzle.

Lalu bagaimana aku harus menyelesaikan puzzle itu?

Dengan mudahnya, diriku menyelesaikan puzzle milik orang lain. Karena saat itu, kuberpikir puzzle itu sekedar permainan. Dan sungguh lucu menyaksikannya.

Mengapa? Karena aku tidak mempertimbangkan kebenaran puzzle itu. Aku hanya melihat dari sudut mataku, atau sesekali kugunakan mata kepala. Kupikir puzzle itu bukan milikku.

Berbeda jika puzzle itu milikku. Itulah puzzle yang paling sulit. Bahkan diriku ingin menyerah dengan puzzle itu.

Mengapa? Karena puzzle itu berarti seluruh hidup Sang Pemilik. Kebenaran 100% dipertaruhkan. Siapa yang berniat mengatur hidupnya secara sembarang?

Sehingga puzzleku bahkan tak pernah terselesaikan. Mungkin memang seharusnya tidak terselesaikan.

Bagiku, orang di sekitar adalah objek penelitian terhebat. Aku bersenang-senang dengan objek itu. Dan penelitianku seharusnya tidak salah.

Lalu kucoba alihkan objek itu pada diriku? Tidak satupun penelitianku yang terjawab. Saat kumelontarkan pernyataan, diriku dengan sigap menyanggah, atau sekedar ragu. Saat kunilai diriku, sesuai aturan yang bersifat objektif itu, aku takut dengan kenyataan bahwa penelitianku benar. Selalu seperti itu?

Selalu kutengok segala sisi. Berdampakkah? Pentingkah? Haruskah? Selalu saja. Dan aku mulai tidak suka dengan kondisi itu. Pada saat aku memusatkan perhatianku pada puzzle milikku. Meski, kutahu yang kulakukan adalah manusiawi.

Akhir, kumenyerah untuk menyelesaikan puzzleku. Kutemukan jawaban yang paling tidak masuk akal dalam relung pemikiranku.

"Jika dengan mudah kudapat selesaikan puzzle orang lain, mungkin kubisa mengijinkan orang lain menyelesaikan puzzleku."-

Adikku bertanya, "Siapa orang itu?" Aku hanya menggeleng

(Tulipungu/20.08/22-04-2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar