Showing posts with label PUISI. Show all posts
Showing posts with label PUISI. Show all posts

Friday, 19 June 2015

Von Amor Ice Cream




Von Amor Ice Cream

Apa yang terjadi hari ini?
Waktu tak berhenti dan tak berjalan
Hati begitu ringan tapi berat untuk dirasakan
Tak ada yang terjadi, tapi langit belum selesai

Kuletakkan M diatas V
Langit tak meninggalkan tempatnya
Aku ingin melupakannya...
Sensasi hati yang kau beri
Aku ingin melupakan senyummu
Agar ada alasan tuk terus melihatnya

Waktu masih berjalan dan jarak bukan penghalang
Aku hanya berdiri di depan jendela ini
Memandang langit yang terus ada di atas kepala
Meskipun warnanya berbeda

Apa kau melihat cahaya perak itu?
Yang bersinar menembus jarak
Jarak yang masih dibatasi waktu
Yang kuingat hanya bintang itu
Meskipun aku tak mengharapkannya

Yang kuharapkan hilangkan ingatanku
Ingatanku tentang senyummu
Agar kau terus mengingatkanku
Dengan memperlihatkan senyummu
Meskipun jauh

Hatiku memberontak, pikiranku melawan
Sensasi yang tak bisa kutolak
Hanya memohon penjarakan diriku
‘In YourHeart’..

(I Scream to Ice cream)

Wednesday, 17 June 2015

SOROT

 http://kashif-ali.com/wp-content/uploads/2012/07/namaz.jpg

Diri bergumam
Wajah biru membeku
Mata merah membara
Rambut pecah terbakar
Kulit kasar mengerut
Tangan dingin bergetar
Kaki remuk gemetar
Berharap pergi
Dari tempat itu sekarang
Keluar dari sorotan

(AndiNurfadriani)

Di atas Sajadah (Puisi)




Menyambung rayuan
Menyimpul lidah
Menyibak nestapa
Kucoba rebut perhatian

Mengalungkan diri dalam naungan
Membentang asa penantian
Merebam jiwa pada harapan
Kuterbangkan jauh

Melankolis tak usai
Tangis tak jua
Membumbung mimpi
Meski membuang muka

Ingin ditengok
Diterawang hatinya
Dihapus permata di pipinya
Dengan zikir yang tak henti

Di atas sajadah
Kucipta pondasi
Di atas sajadah
Kubangun rumah

Rumah tempat tuk datang
Rumah titik tumpuan
Rumah pengakuan
Melepas dunia yang membelakangi

Di atas sajadah
Kuucap permohonan
Di atas sajadah
Kujemput berkah

Yang akhirnya punya keberanian
Mengembalikan tujuan
Untuk bersama-Mu
Yaa Rabb.

Maafkan diri yang terbuai pemberian-Mu
Tapi, diriku masih melontar permintaan
Izinkanku bertemu Ramadhan-Mu
Untuk membayar hutang terbesarku
Setahun lagi, hingga bertahun-tahun sudah.

(Andi Nurfadriani/18.49/08.06.2015)
https://akmalarafat.files.wordpress.com/2014/05/aisyah.jpg

Saturday, 6 December 2014

MENCARI TAK USAI



 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKVnM6dM3WD_RvervMAV2aP2pKuEx6BFY_0LleMtMkShMBFmss_rvBaBs7UnnM31QXWrEBE9n08Tvg8nnpJm69Bn3n98fs7U_A2DDiqJq9AU5p5MB8J_TJnRLDTOT8M5dWgwEm32rYoA/s1600/pantang-menyerah.jpg
Berkabutlah sudah rindu
Mengabur pulalah kenangan
Tariklah diri jauh dari genangan

Menyibaklah didihan angin
Menyelinap membentang diri
Simpullah tali kasih agar menyabuk

Kalaupun tak sampai
Dan tak jua mampu kembali
Rantaulah rentang ruang kediaman

Membumbunglah tujuan
Mencari tak usai dalam depa
Alurlah pangkal ke ujung hingga ke pertemuan

Deretan



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwxMY-ub7zrVtBbCmyqc-EbVprruAbug_Mk36Vz0g9gLfTcz7JCHZ6B29HRRpOHf1vkJN50RiLfiaQJFp4p43NaIPK8k1DGVajSinwKRejZiajHNef2lXGw3BD9rhKvtJcfucdD9zLAzDE/s400/angka.jpg
Dia hadir sebagai bilangan
Aku bisa menghitungnya
Meski, tak kuyakini...
HADIRNYA.

Semauku, aku bisa menjumlahkannya
Ataupun menguranginya
Semampuku, aku bisa mengalihkannya
Ataupun membaginya.

Tanpa permisi,
Aku bisa menjadikannya nol
Ataupun himpunan kosong
Juga bahkan tak terdefinisi

Meski, aku juga tahu
Tanpa negosiasi
Dia hadir sebagai konstanta
Yang berperan dalan gradient hidupku

Kapanpun dia mau,
Dia hadir sebagai penyebut
Menopang diriku Sang Pembilang
Ataupun siap membagi hidupku.

Aku tahu,
Dia ingin menjadi invers dari fungsiku
Katanya, saat (fof^(-1) )(x)
Aku dan dia menjadi satu. IDENTITAS.

Aku mungkin benci,
Saat dia memasuki gravitasiku
Katanya, dia harus dekat denganku.
Jarak dekat, berarti gravitasi besar.

Dia selalu bergumam
Dia butuh katalis
Untuk mempercepat Laju Rx. hatiku
Dan luluh untuknya.

Dia bagai bilangan
Muncul, saat MIA jadi pilihanku
Dan aku tahu,
Bilangan tak punya akhir.

Pernah kuharap, dia memang bilangan.
Deretan bilangan yang tak memilik akhir.
(20.08/06.12.2014)