Sabtu, 06 Desember 2014

Deretan



http://1.bp.blogspot.com/_NHh4f3qH0Uc/TTElvlp5olI/AAAAAAAAAdQ/cYWVPyV4D1Y/s400/angka.jpg
Dia hadir sebagai bilangan
Aku bisa menghitungnya
Meski, tak kuyakini...
HADIRNYA.

Semauku, aku bisa menjumlahkannya
Ataupun menguranginya
Semampuku, aku bisa mengalihkannya
Ataupun membaginya.

Tanpa permisi,
Aku bisa menjadikannya nol
Ataupun himpunan kosong
Juga bahkan tak terdefinisi

Meski, aku juga tahu
Tanpa negosiasi
Dia hadir sebagai konstanta
Yang berperan dalan gradient hidupku

Kapanpun dia mau,
Dia hadir sebagai penyebut
Menopang diriku Sang Pembilang
Ataupun siap membagi hidupku.

Aku tahu,
Dia ingin menjadi invers dari fungsiku
Katanya, saat (fof^(-1) )(x)
Aku dan dia menjadi satu. IDENTITAS.

Aku mungkin benci,
Saat dia memasuki gravitasiku
Katanya, dia harus dekat denganku.
Jarak dekat, berarti gravitasi besar.

Dia selalu bergumam
Dia butuh katalis
Untuk mempercepat Laju Rx. hatiku
Dan luluh untuknya.

Dia bagai bilangan
Muncul, saat MIA jadi pilihanku
Dan aku tahu,
Bilangan tak punya akhir.

Pernah kuharap, dia memang bilangan.
Deretan bilangan yang tak memilik akhir.
(20.08/06.12.2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar